Sunday, January 20, 2013

MACAM MACAM SISTEM JARINGAN KOMPUTER DAN INTERNET


         Jaringan Pada Komputer

Sebelum mengetahui macam-macam jaringan pada sistem informasi komputer harus lebih memahami apa itu defenisi jaringan komputer, yaitu sebuah sistem yang menghubungkan beberapa unit komputer satu dengan lainnya melalui berbagai macam media penghubung. Dengan begitu, masing-masing komputer tersebut dapat saling berkomunikasi, baik untuk berbagi data, menjaga keamanan dan berbagi peralatan komputer bersama-sama seperti printer, scanner dan lain-lain.

Jenis atau spesifikasi antar komputer yang digunakan tidak harus sama atau sejenis untuk dapat saling berhubungan. Yang terpenting masing-masing komputer memiliki sebuah alat koneksi seperti LAN card, Bluetooth, Wireless Card, atau lainnya dan menggunakan satu aturan protokol atau aturan komunikasi yang sama, atau disebut juga dengan TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol).
Jaringan Komputer Berdasarkan Fungsi

Macam-macam jaringan komputer jika dilihat dari fungsinya dapat dibagi menjadi dua:

1. Jaringan Peer-to-peer


Tipe jaringan ini, masing-masing komputer terhubung langsung dengan lainnya menggunakan satu line. Penggunaannya tanpa alat komunikasi tambahan atau juga server. Jaringan ini hanya bisa menghubungkan dua unit komputer. Jenis inin pertama kali dipopulerkan para aplikasi file sharing seperti KaZaA atau Napster.

Ide konsep ini lahir sekitar akhir 1980-an ketika komputer menjadi salah satu inventaris wajib setiap perusahaan kecil atapun perusahaan besar. Keuntungan dari jaringan peer-to-peer ini adalah dalam sistem pencarian dan pemindahan data yang cepat. Prosesnya menjadi lebih cepat dibandingkan harus memindahan data ke flashdisk lalu menyimpannya ke komputer yang lainnya.


2. Jaringan Client Server


Pada jaringan ini dibutuhkan satu unit komputer yang nantinya akan dijadikan sebagai alat komunkasi atau server. Gunanya yaitu untuk menghubungkan antar komputer yang satu dengan komputer yang lainnya. Sehingga, komputer yang bisa dihubungkan lebih dari satu unit dengan lebih line.

Kelebihan pada jaringan ini yaitu semua data bisa dijadikan satu yang disimpan di satu tempat (server). Sehingga, penempatan dan pengolahan data menjadi lebih tertata. Tetapi ini teryata bisa menjadi sebuah kelemahan juga karena jika server tersebut mengalami gangguan dengan jaringannya, semua komputer tidak bisa mengakses data.

Itulah macam-macam jaringan komputer berdasarkan fungsinya yang ternyata memiliki fungsi yang berbeda satu sama lain.


Topologi Jaringan Komputer


1. Topologi Bus

 
Masing-masing komputer saling terhubung dengan jalur jaringan satu jalur data utama atau back bone dengan menggunakan kabel. Lebih umumnya jaringan ini terhubung secara paralel. Jaringan ini sering dipakai pada jaringan dengan basis fiber optic.


Instalasi jaringan ini sangat sederhana, optimal, murah, dan cukup optimal. Maksimal komputer yag berada dalam jaringan ini antara 5 sampai 7 unit saja. Kesulitan yang kerap kali terjadi yaitu adanya tabrakan data karena mekanisme topologi bus ini yang sangat sederhana. Kekurangannya adalah jika terjadi gangguan di sepanjang kabel server, semua jaringan akan ikut terganggu.

2. Topologi Ring

Pada jaringan ini menggunakan prinsip lingkaran, dalam artian secara teknis masing-masing komputer saling menyambung dengan dua komputer. Begitu halnya dengan yang lainnya hingga tidak ada komputer yang menjadi ujung atau terputus. Lebih umumnya jaringan ini terhubung secara seri.

Kelemahan tipe jaringan ini yaitu jika ada salah satu komputer yang mengalami masalah dengan sistem jaringannya, keseluruhan jaringan komputer lainnyapun akan ikut terganggu. Tetapi dengan adanya jaringan FFDI ini dapat digunakan untuk mengantisipasi kekurangan ini. Dengan pemindahan data searah jarum jam atau pun berlawanan jarum jam secara bersamaan.

Keunggulan jaringan ini adalah memiliki kecepatan yang maksimal dibandingkan dengan jaringan jenis lainya. Jaringan ini menggunakan fitur yang mengharuskan mampu real time seperti video dan audio. Kelemahan jaringan ini yaitu adanya kesulitan dalam mendeteksi kerusakan. Terutama jika terjadi kerusakan, bisa menjadi penyebab terjadinya collision atau istilah dari penggabungan dua kelompok data.

3. Topologi Mesh

Sama halnya dengan jenis jaringan peer to peer, tetapi menggunakan lebih dari dua unit komputer. Itulah sebabnya sistem jaringan model seperti ini tidak efisien karena terlalu banyak komputer di dalamnya. Sementara masing-masing komputer harus dihubungkan secara langsung. Akhirnya membuat sistem yang rumit dalam mengorganisaikan sistem jaringannya. Hal ini disebabkan oleh tiap-tiap dua komputer yang harus memiliki line tersendiri.

Kelebihan jaringan ini terleta pada jaminan data yang dapat langsung dikirim ke komputer tujuan tanpa harus melewati komputer lainnya Denga begitu, kecepatan pengiriman data yag akan digunakan menjadi lebih optimal. Apabila terjadi gangguan pada salah satu komputer, koneksi yang lainnya tidak akan ikut terganggu.

4. Topologi Star


Tipe jaringan ini bisa dijadikan solusi dari tipe jaringan mesh. Alasannya karena masing-masing komputer hanya menggunakan satu line. Satu line inilah yang nantinya dihubungkan pada satu alat komunikasi. Hubungan inilah yang kita kenal dengan hub atau switch.

Dengan alat ini, penataan sistem jaringan akan menjadi lebih efisien. Jika salah satu komputer mengalami gangguan, tidak mengganggu sistem jaringan dengan komputer lainnya. Kelebihan jaringan ini terhadap lalu lintas data yaitu adanya kestabilan di saat jaringan sibuk.

Itulah macam-macam jaringan jika kita lihat berdasarkan topologinya. Setiap Topologi jaringan dari macam-macam jaringan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Penggunaanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Jaringan Komputer Berdasarkan Area

4. Topologi Tree


Topologi Tree pada dasarnya merupakan bentuk yang lebih luas dari Topologi Star. Seperti halnya Topologi Star, perangkat (node, device) yang ada pada topologi tree juga terhubung kepada sebuah pusat pengendali (central HUB) yang berfungsi mengatur traffic di dalam jaringan.
Meskipun demikian, tidak semua perangkat pada topologi tree terhubung secara langsung ke central HUB. Sebagian perangkat memang terhubung secara langsung ke central HUB, tetapi sebagian lainnya terhubung melalui secondary HUB (lihat gambar).
Pada topologi tree terdapat dua atau lebih HUB yang digunakan untuk menghubungkan setiap perangkat ke dalam jaringan. Keseluruhan HUB tersebut berdasarkan fungsinya terbagi menjadi dua bagian yaitu Active HUB dan Passive HUB.
Active HUB berfungsi tidak hanya sekedar sebagai penerus sinyal data dari satu komputer ke komputer lainnya, tetapi juga memiliki fungsi sebagaiRepeater.  Sinyal data yang dikirimkan dari satu komputer ke komputer lainnya memiliki keterbatasan dalam hal jarak, setelah berjalan sekian meter maka sinyal tersebut akan melemah. Dengan adanya fungsi Repeaterini maka sinyal data tersebut akan di-generate kembali sebelum kemudian diteruskan ke komputer yang dituju, sehingga jarak tempuh sinyal data pun bisa menjadi lebih jauh dari yang biasanya. Sedangkan Passive HUB hanya berfungsi sebagai penerus sinyal data dari satu komputer ke komputer lainnya.
Pada topologi tree, seperti pada gambar, Central HUB adalah selalu sebagai Active HUB sedangkan Secondary HUB adalah Passive HUB. Tetapi pada pelaksanaannya, Secondary HUB bisa juga sebagai Active HUB apabila digunakan untuk menguatkan kembali sinyal data melalui secondary HUB lainnya yang terhubung.
Karena pada dasarnya topologi ini merupakan bentuk yang lebih luas dari topologi star, maka  kelebihan dan kekurangannya pada topologi star juga dimiliki oleh topologi tree. Perbedaannya adalah HUB dan kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam pengaturannya dengan mempertimbangkan segala hal yang terkait, termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan. Meskipun demikian, topologi ini memiliki keunggulan lebih mampu menjangkau jarak yang lebih jauh dengan mengaktifkan fungsi Repeater yang dimiliki oleh HUB.

Sedangkan jika melihat macam-macam jaringan berdasarkan dari areanya, jaringan dapat dibagi menjadi tiga:

1. Local Area Network (LAN)

Jenis jaringan ini hanya menghubungkan komputer-komputer lokal secara bersamaan untuk saling bertukar data atau informasi. Jaringan ini sering digunakan pada jaringan-jaringan kecil dalam beberapa ruangan atau lembaga yang dihubungkan melalui satu pusat jaringan utama atau disebut dengan gateway.

Kebanyakan LAN berbasis teknologi IEEE 802.3 Ethernet yang menggunakan perangkat switch. Wi-fi atau teknologi 802.11b juga sering dipakai untuk membuat jaringan LAN ini, atau sering disebut hotspot. Jaringan LAN ini memiliki kecepatan pemindahan data yang paling tinggi di antara jenis lainnya.

3. Metropolitan Area Network (MAN)

Jaringan MAN adalah perkembangan metode jaringan LAN yang lebih besar dengan menggunakan lebih dari satu gateway. Selanjutnya dihubungkan melalui satu server utama. Jenis jaringan ini sering diaplikasikan pada jaringan di wilayah kampus, perkotaan atau perkantoran karena jangkauan jaringan ini sangat luas. Bisa mencakup antara 10 sampai 50 KM. Jaringan tipe ini sering juga disebut sebagai intranet. Beberapa teknologi yang digunakan dalam WAN adalah Asynchronous Transfer Mode (ATM), SMDS dan FDDI.

3. Wide Area Netwok (WAN)

Jaringan ini mempunyai cakupan yang sangat luas karena menggunakan lebih dari satu server utama, yang kemudian masing-masing server tersebut nantinya akan terhubung melalui jaringan tersendiri agar terkoneksi. Jaringan ini mencakup area antar negara atau satu dunia yang sekarang dikenal sebagai Internet.

Dalam penerapannya sehari-hari, untuk menghubungkan jaringan WAN dengan jaringan LAN akan dibutuhkan alat untuk mengatur gateway-nya yang disebut sebagai Router dan saluran komunikasi publik.

Macam-macam jaringan tersebut memiliki karakteristik dan cara kerja yang berbeda satu sama lain, termasuk perbedaan cakupan luasnya. Oleh karena itu pilihan ada di tangan Anda, yang mana yang akan Anda gunakan dari macam-macam jaringan komputer tersebut.

No comments:

Post a Comment